Drawing UEFA CUP 2008/2009

on 29 Desember 2008


UEFA Cup telah menyelesaikan fase penyisihan grup. Sebanyak 24 klub dari 8 grup telah melewati fase ini. Nantinya mereka akan digabung dengan peringkat tiga dari 8 grup Liga Champions, sehingga totalnya ada 32 klub. Setelah melakukan drawing, UEFA merilis jadwal babak 32 besar UEFA Cup musim 2008/2009 seperti di bawah ini :


Wolfsburg-PSG
Man. City-København
Hamburg-NEC
Metalist-Sampdoria
Standard-Braga
CSKA Moskva-Aston Villa
Udinese-Lech
St.Etienne-Olympiakos
Ajax-Fiorentina
Deportivo-AaB
Milan-Bremen
Galatasaray-Bordeaux
Valencia-Dynamo Kyiv
Stuttgart-Zenit
Twente-Marseille
Tottenham-Shakhtar

Dari drawing di atas, sangat disayangkan ada beberapa tim kuat yang harus saling berhadapan. Laga paling panas adalah antara AC Milan melawan Werder Bremen. AC Milan yang merupakan kolektor 7 gelar Liga Champions, harus menghadapi tim kuat asal Jerman, Bremen. Walau di atas kertas mampu mengalahkan Bremen, Milan harus berhati-hati. Bremen yang merupakan langganan peserta Liga Champions dalam beberapa tahun belakangan ini, mampu menyulitkan saudara Milan, Internazionale di fase grup LC (Liga Champions) musim ini. Ketika bermain di kandang Inter, mereka sukses menahan imbang tuan rumah, dan mampu mengalahkan Inter ketika bermain di Weserstadion, kandang Bremen. Belum lagi penampilan inkonsisten Milan di Serie A. Namun, sepertinya Milan dapat mengatasi perlawanan Bremen walaupun dengan perjuangan yang berat.
Selain itu, laga Ajax melawan Fiorentina juga termasuk big match. Jarang sekali tim dari Belanda bertemu dengan tim dari Italia di kompetisi Eropa. Ajax akan sedikit pincang setelah ditinggal pergi striker andalannya, Klaas Jan Huntelaar ke Real Madrid. Fiorentina juga tidak dalam perfoma terbaiknya, terbukti setelah gagal menempati posisi 4 besar yang sekarang diisi oleh Internazionale, Juventus, AC Milan dan Napoli. Akankah Ajax mampu meneruskan dominasi Belanda atas Italia setelah timnasnya mengalahkan timnas Italia dengan skor 3-0 di Piala Eropa 2008 lalu ? Kita lihat saja nanti.
Sementara itu, juara bertahan yang kembali ke kompetisi ini setelah gagal bersaing di Liga Champions, Zenit St. Petersburg, akan menghadapi Vfb Stutgart. Valencia yang sedang dilanda ketakutan seiring munculnya rumor kepindahan striker andalannya, David Villa, akan menghadapi Dinamo Kiyv asal Ukraina. Kuda hitam EPL, Tottenham Hotspur, akan menghadapi langganan Liga Champions asal Ukraina, Shaktar Donestk.
Duel yang lumayan berat akan dilakoni oleh kuda hitam EPL lainnya, Aston Villa. Tim asuhan Martin O’Neill yang sekarang sedang berada di posisi 4 besar klasemen EPL, akan menghadapi juara Piala UEFA musim 2004/2005, CSKA Moskow.
Laga-laga lainnya terkesan biasa saja, karena klub yang saling berhadapan belum memiliki reputasi sebesar tim-tim pelakon partai big match. Di babak ini, UEFA Cup telah kehilangan salah satu peserta terbaiknya, Sevilla. Sevilla yang merupakan juara UEFA Cup 2005/2006 dan 2006/2007 telah gugur setelah di babak fase grup hanya menempati posisi keempat.
Pertandingan leg pertama akan digelar pada tanggal 18-19 Februari 2009. Sedangkan second leg akan diadakan pada tanggal 26 Februari 2009. Semuanya akan mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan satu tiket di final yang akan digelar di Istanbul, Turki.

MU dapat treble winner

on 26 Desember 2008


Tahun 2008 merupakan tahun yang berbahagia bagi pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, beserta anak asuhnya. Bagaimana tidak, MU mampu menjuarai 3 kejuaraan yang bergengsi dalam tahun ini, yaitu EPL (Liga Premier), UCL (Liga Champions Eropa), dan FIFA World Club Championship. Dua gelar telah dipastikan sebelum jeda kompetisi dengan menghancukan impian Chelsea untuk menjadi jawara Liga Inggris dan Liga Champions. Sedangkan gelar ketiga didapat baru-baru ini setelah memenangi partai final FIFA World Club Championship di Tokyo melawan LDU Quito (Ekuador) yang digelar pada tanggal 21 Desember 2008. Pada ajang yang dulunya bernama Toyota Cup ini, MU mengandaskan perlawanan Quito yang datang ke Jepang sebagai perwakilan Amerika Latin. Ini merupakan kejutan bagi dunia, karena biasanya Amerika Latin diwakili oleh klub-klub dari Brasil atau Argentina.
Sebelum melangkah ke final, Cristiano Ronaldo cs harus bersua melawan perwakilan Asia, Gamba Osaka pada tanggal 18 Desember 2008. Bermain di negara sendiri, Gamba bermain cukup berani dengan menerapkan pola permainan terbuka. Alhasil, pada menit ke-28, gawang Gamba telah kebobolan. Pelakunya adalah bek Nemanja Vidic yang menanduk masuk bola hasil sepak pojok Ryan Giggs. Saat-saat menjelang turun minum, Ronaldo memperbesar keunggulan MU dengan golnya.
Namun, Masato Yamazaki mampu memberi harapan bagi Gamba dengan golnya di menit ke-74. Striker MU yang baru masuk, Wayne Rooney, langsung merespon positif gol Gamba dengan mencetak gol di menit ke-75. Pemain pengganti lainnya, Darren Fletcher, juga tak mau kalah. Menerima crossing dari Patrice Evra, sundulannya mampu mengubah skor menjadi 4-1 untuk MU di menit ke-78. seolah tak puas dengan satu gol, Rooney kembali mengamuk dengan golnya di menit ke-79.
Unggul 5-1, membuat pertahanan MU melemah. Apalagi setelah Sir Alex menarik keluar Vidic untuk digantikan dengan Evans. Pada menit ke-85, handsball yang dilakukan Gary Neville di kotak penalti memberi keuntungan bagi Gamba. Yasuhito Endo mengeksekusi penalti dengan tenang dan sukses. Dan melalui serangan balik yang cepat, gelandang Hideo Hashimoto memperkecil skor menjadi 5-3 dengan tendangan kerasnya yang menghujam gawang Edwin van der Sar. Sampai peluit akhir berbunyi, MU menang 5-3 dan bertemu Quito di final.
3 hari berikutnya, final FIFA World Club Championship digelar. Berstatus sebagai underdog membuat Quito bermain tenang dengan strategi ultra defensifnya. Quito membiarkan MU mengobrak-abrik pertahanannya. Namun sayang, peluang yang didapat Ronaldo cs masih jauh dari gol. Setelah melewati babak pertama dengan skor kaca mata, terjadi insiden yang menimpa bek MU, Nemanja Vidic di menit ke-48. Dia dengan sengaja menyikut kepala pemain Quito dan mendapat kartu merah. Melihat situasi genting itu, Sir Alex segera memasukkan bek Jonny Evans dan Gary Neville demi mengantisipasi serangan Quito. Di menit ke-73, setelah menerima umpan dari Ronaldo, tendangan melengkung Rooney mampu memecah kebuntuan. Skor 1-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
Kebahagiaan MU semakin lengkap dengan terpilihnya Ronaldo sebagai pemain yang Silver Ball Award dan Rooney sebagai penerima Golden Ball Award. Sebagai juara, MU berhak atas uang sebesar Rp 55 milyar. Tempat kedua diisi oleh LDU Quito, dan juara ketiga didapat oleh Gamba Osaka yang menaklukkan Pachuca di pertandingan perebutan posisi juara ketiga dengan skor 1-0.
Sekembali dari Jepang, MU harus bersiap-siap guna menghadapi kerasnya persaingan EPL. Kini MU berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan menyisahkan 2 pertandingan dari rival-rivalnya. Sementara itu, hasil drawing Liga Champions mempertemukan mereka dengan penguasa Liga Italia saat ini, Inter Milan.